Proyek Drainase & Trotoar Jalan AKBPM Soeroko Bojonegoro Diduga Bermasalah, Dinas Tak Beri Tanggapan
BOJONEGORO – sadap99.com
Pembangunan Saluran Drainase dan Trotoar di Jalan AKBPM Soeroko Sisi Timur, Kecamatan Bojonegoro, yang dikerjakan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKP-CK) Kabupaten Bojonegoro, diduga kuat menyimpang dari spesifikasi teknis. Proyek dengan pagu anggaran Rp9,004 miliar ini memiliki Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp3,61 miliar.
Pekerjaan dimenangkan oleh PT Bumi Aceh Citra Persada (PT BACP) dengan penawaran Rp3,397 miliar. Dalam pelaksanaannya, kontraktor diduga melakukan pengurangan kualitas dan kuantitas material untuk mendapatkan keuntungan tidak wajar.
Beberapa titik dugaan penyimpangan yang diungkapkan adalah:
1. Item pekerjaan penggelaran dan pemadatan pasir di bawah U-ditch dianggap fiktif (tidak dilaksanakan).
2. Penggelaran plastik pelapis tidak dilakukan secara menyeluruh.
3. Dimensi wire mesh yang digunakan diragukan kesesuaiannya dengan spesifikasi.
4. Ketebalan cor pada badan trotoar hanya 4-7 cm, jauh dari ketentuan 10 cm.
5. Hasil galian digunakan kembali sebagai bahan urugan di lokasi, tidak dibuang sesuai ketentuan.
6. Bekisting menggunakan multiplex bekas setebal 6 mm, padahal standar SNI mensyaratkan 9-12 mm.
7. Banyak cover/tutup U-ditch yang tidak rapat dan goyah.
8. Ketebalan besi cor untuk tutup manhole diduga tidak sesuai spesifikasi.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Aspirasi Rakyat (WAR) telah mengirimkan permintaan klarifikasi resmi kepada Bidang dan Seksi terkait di DPKP-CK Kabupaten Bojonegoro, namun hingga kini belum mendapat tanggapan.
Direktur Konstruksi LSM WAR, Ir. Haryanto, B.SH., M.Si., menyatakan adanya kejanggalan dalam proses pengadaan proyek trotoar di dinas tersebut. “Pagu anggaran Rp9 miliar, HPS hanya Rp3,6 miliar. Secara seolah-olah Panitia Pengadaan (PPKom) menghemat Rp5,4 miliar, padahal ini seperti permainan angka untuk memenangkan pihak tertentu,” ujarnya.
Haryanto juga mengungkapkan adanya indikasi monopoli pekerjaan oleh seorang pengusaha asal Sidoarjo berinisial SLM di DPKP-CK Bojonegoro. Menurutnya, pengusaha tersebut disebut menguasai 12 paket pembangunan trotoar dan 7 paket pembangunan gedung dengan total nilai proyek mencapai ratusan miliar rupiah.
Pewarta: Zein/tim
