Kepala SMP Negeri 2 Jember Lor dan CV Senyum Media Diduga Terlibat Kerjasama Jual Beli Paket Buku dan Tarik Dana ISPOS
Jember, Sadap99.com
Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan akibat dugaan praktik jual beli paket buku dan pungutan liar. Kali ini, SMP Negeri 2 Jember Lor diduga terlibat dalam kerja sama dengan CV Senyum Media terkait penjualan paket buku kepada siswa.
Informasi yang diperoleh awak media dari sejumlah siswa menyatakan, mereka membeli paket buku di CV Senyum Media yang beralamat di Jalan Kalimantan Nomor 7, Jember.
“Saya beli paket buku di Senyum Media. Paketnya berisi 12 materi pelajaran dengan harga Rp515.000 untuk kelas 7, 8, dan 9. Ini diganti setiap semester,” ujar salah satu siswa.
Bukti transaksi berupa struk tanda terima menunjukkan transaksi pembelian paket buku kelas VIII senilai Rp515.000, ditambah sampul meteran seharga Rp9.000, dengan total pembayaran Rp.530.000. Struk tersebut atas nama CV Senyum Indo Media Tama.
Selain itu, terdapat dugaan pengumpulan dana iuran sukarela orang tua siswa (ISPOS) sebesar Rp85.000 per siswa untuk tahun ajaran 2025/2026.
Berdasarkan dokumen hasil pertemuan paguyuban orang tua pada Rabu, 13 Agustus 2025, dana ISPOS disepakati untuk membiayai honorarium guru tidak tetap, petugas kebersihan, satpam, pelatih ekstrakurikuler, serta kegiatan ekstrakurikuler siswa.
Dalam dokumen tersebut disebutkan, setoran dilakukan per bulan dari Juli 2025 hingga Juni 2026, dengan sistem pembayaran melalui transfer atau tunai ke bendahara kelas sebelum tanggal 10 setiap bulannya.
Namun, ketika dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Jember Lor tidak dapat ditemui di lokasi. Menurut keterangan satpam dan seorang guru, kepala sekolah sedang berada di luar.
Hingga berita ini diturunkan pada 8 Desember 2025, belum ada jawaban atau klarifikasi resmi dari pihak sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Hadi Mulyono, saat dimintai keterangan menegaskan bahwa buku paket seharusnya telah disediakan sekolah melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah Penyelenggaraan (BOSP).
“Untuk buku paket sudah bisa disediakan sekolah dari anggaran (BOSP),” tegas Hadi Mulyono.
(Imam/Tim)
