Proyek Revitalisasi SMPN 01 Puger Jadi Sorotan
Jember, Sadap99.Com
Diduga terjadi permainan dalam proyek revitalisasi di SMP Negeri 01 Puger, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Dugaan ini menjadi sorotan setelah informasi dari masyarakat menyebutkan adanya indikasi yang diduga ditutup-tutupi.
“Berdasarkan informasi masyarakat, jika masa kontrak habis, seharusnya tidak ada denda kecuali akibat ketidakmampuan lembaga atau kelalaian. Namun, keterlambatan penyelesaian ini sepertinya sudah diinformasikan sejak awal agar tidak terjadi,” ungkap seorang sumber.
Proyek pengadaan dan rencana anggaran biaya (RAB) Revitalisasi Satuan Pendidikan ini bernilai Rp 1.552.234.883, bersumber dari APBN tahun anggaran 2025. Pelaksanaan proyek direncanakan berlangsung selama 100 hari, mulai 20 Agustus hingga 28 November 2025, namun diduga menyalahi batas waktu penyelesaian.
Upaya konfirmasi mendapatkan keterangan resmi dari Kepala Sekolah SMPN 01 Puger, Drs. Edy Harianto. Ia menjelaskan bahwa terdapat kesalahan pada informasi di papan proyek.
“Yang benar, pekerjaan dimulai bulan September, sesuai dengan waktu pencairan anggaran,” jelasnya.
Saat ditanyakan terkait penandatanganan kontrak, Edy menyatakan bahwa kontrak ditandatangani pada 22 Agustus 2025.
Namun, penyampaian kepala sekolah tersebut justru menimbulkan spekulasi dan pertanyaan publik. Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek tidak hanya berpotensi merugikan negara, tetapi juga dapat mengganggu proses belajar mengajar serta menghambat tercapainya tujuan revitalisasi.
Saat dikonfirmasi mengenai garansi material, Kepala Sekolah menyatakan bahwa garansi baja ringan berlaku 10 tahun dari aplikator.
“Secara resmi, semua dokumen ada, termasuk untuk pekerjaan kusen yang menggunakan sistem swakelola sesuai dengan tim teknis P2SP,” ujarnya.
Menurut pengakuan salah seorang subkontraktor, yang namanya disamarkan, ia mengaku mengambil pekerjaan borongan dari seorang kontraktor/pemborong bernama Taufik asal Mumbul.
“Saya mengambil borongan pembuatan kusen untuk 6 ruangan dari Taufik. Setiap ruangan membutuhkan 6 kusen jendela, sehingga total ada 36 kusen dengan nilai borongan Rp 95 juta. Biaya pemasangan kaca terpisah, senilai Rp 5 juta,” jelasnya.
Sayangnya, Taufik yang disebut-sebut sebagai kontraktor/pemborong utama tidak dapat memberikan kejelasan hingga berita ini diturunkan. Pihak kontraktor tersebut belum berhasil dikonfirmasi oleh wartawan. (Imam/Tim)
