Maraknya Pedagang Ayam Broiler di Luar Pasar Ancam Stabilitas Harga
JEMBER, SADAP99.COM
Maraknya pedagang ayam broiler dadakan di tempat keramaian, terutama di pinggir jalan, telah memicu persaingan harga yang semakin ketat. Hal ini berdampak pada ketidakstabilan harga, khususnya bagi pedagang di pasar tradisional milik Pemkab Jember.
Berdasarkan pantauan media Sadap99.com dalam beberapa bulan terakhir, kehadiran pedagang dadakan ini membuat harga di dalam dan luar pasar semakin sulit dikendalikan. Harga daging ayam broiler di pasar tradisional cenderung lebih mahal dibandingkan dengan yang dijual di pinggir jalan.
Sebagai contoh, di Pasar Tradisional Rambipuji pada Senin, 1 Desember 2025, harga ayam broiler mencapai Rp36.000 per kilogram. Sementara itu, harga di pinggir jalan hanya berkisar antara Rp33.000 hingga Rp34.000 per kilogram.
Mantri Pasar Rambipuji, Slamet, S.H., yang ditemui Sadap99.com pada Senin pagi (01/12/25), berharap instansi terkait segera melakukan penertiban terhadap pedagang di pinggir jalan untuk mengurangi ketimpangan harga.
“Intinya, kami tidak mempermasalahkan orang berjualan ayam broiler di pinggir jalan. Silakan, tidak masalah. Hanya saja, harganya jangan terlalu jauh berbeda dibandingkan dengan harga di pasar tradisional,” ungkap Slamet.
Ia menambahkan bahwa perbedaan retribusi menjadi salah satu penyebabnya. Pedagang di pasar dikenakan retribusi, sementara pedagang di pinggir jalan tidak.
“Kondisi inilah yang membuat persaingan harga semakin tak terkendali. Meski demikian, stok ayam broiler dan kebutuhan pokok lainnya di Pasar Rambipuji masih tercukupi dan tidak ada masalah,” pungkasnya.
Sementara itu, harga beberapa bahan pokok penting (Bapokting) lainnya mulai stabil, bahkan cenderung turun. Berikut rincian harga di Pasar Rambipuji per 1 Desember 2025:
Pewarta: Suyanto
