Natal Kawal Indonesia: Tuhan Mengutus Wanita Penolong bagi Keluarga
Yogyakarta, Sadap99.com
Pimpinan Pusat Yayasan Kawal Indonesia menggelar Perayaan Natal serentak di seluruh Indonesia. Di wilayah Yogyakarta, acara diselenggarakan dengan khidmat dan penuh makna bersama para mitra, bertempat di Sawah Resto, pada Senin, 1 Desember 2025.
Ibadah Natal tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh, antara lain:
· Wiryawan Hario Yudho, S.H., Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemda Kota Yogyakarta, yang mewakili Wali Kota Yogyakarta.
· Direktur RS Bethesda, dr. Edy Wibowo, Sp.M (K), MPH.
· Ketua STAK Teruna Bhakti Yogyakarta.
· Penasihat PP Kawal Indonesia, Dr. Johannis Siahaya, M.Pd., M.Th.
· Ketua Yayasan Indo Charis yang juga Ketua PGLII DIY, Pdt. Onwin Hetharia, M.Th.
· Ketua DPD Asosiasi Pendeta Indonesia DIY, Pdt. Indrianto Adiatmo, M.Th.
· Pengurus DPD Kawal Indonesia Kabupaten/Kota se-DIY serta tamu undangan lainnya.
Dalam renungannya, Ketua PP Kawal Indonesia, Pdt. Sarlin Mataheru, S.Pd., M.Th., menyampaikan bahwa tema Natal tahun ini adalah “Tuhan Mengutus Wanita Penolong bagi Keluarga”. Tema ini menegaskan panggilan Tuhan bagi seorang wanita untuk menjadi penolong, sebagaimana tertulis dalam Amsal 2:18.
“Arti ‘penolong’ adalah menjaga, mengawasi, mengontrol, mengayomi, membimbing, dan menjadi teladan (role model),” jelas Sarlin.
Lebih lanjut, ia menekankan peran krusial wanita dalam membangun rumah tangga. Merujuk pada Amsal 31:29, Sarlin menyatakan bahwa panggilan wanita bukan hanya untuk berbuat baik, melainkan lebih dari itu, yaitu melakukan kebenaran. “Seorang wanita membawa kehidupan yang berdampak dan berkarakter. Peran wanita adalah sebagai penolong yang membangun,” pungkasnya.
Dr. Haryadi Baskoro, S.H., Pengawas Pimpinan Pusat Kawal Indonesia, dalam sambutannya melaporkan bahwa organisasi Kawal Indonesia telah memiliki kepengurusan di 34 provinsi dan merayakan Natal secara serentak di berbagai kota.
Kawal Indonesia telah menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Agama RI untuk membangun karakter bangsa melalui pemberdayaan perempuan, serta dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dalam seminar-seminar literasi media.
Selain itu, sinergi juga dilakukan dengan Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Teruna Bhakti Yogyakarta melalui kuliah umum Character Building untuk mahasiswa. Materi yang diajarkan oleh Pdt. Sarlin Mataheru turut diberikan kepada Remaja-Pemuda Papua Pegunungan yang dibina di Yayasan Indo Charis.
Sementara itu, Wiryawan Hario Yudha, S.H., mewakili Pemerintah Kota Yogyakarta, menyoroti peran historis wanita tangguh Indonesia seperti R.A. Kartini, Laksamana Malahayati, Cut Nyak Dien, dan Martha Christina Tiahahu dalam perjuangan kemerdekaan.
“Kini, kita dihadapkan pada tantangan kekinian seperti stunting dan kesehatan reproduksi, termasuk mempersiapkan calon pengantin remaja putri untuk melahirkan generasi tangguh. Berbagai negara telah berhasil mengatasi stunting, dan upaya kita membutuhkan dukungan serta peran aktif wanita Indonesia, khususnya Wanita Kawal Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap Kawal Indonesia turut serta mengatasi persoalan stunting. “Wanita adalah garda terdepan untuk mengawal generasi bangsa yang tangguh dan tegar,” tutupnya.
(Ome)
