Menelusuri Kearifan Lokal Sleman: Dari Klinting Ngawen Hingga Blangkon Beji
Sleman, Sadap99.Com
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Press Tour bersama awak media pada Sabtu, 29 November 2025. Kegiatan ini mengunjungi dua sentra kerajinan unggulan: pusat pembuatan Blangkon di Dusun Beji, Kalurahan Sidoarum, serta pengrajin besi Klinting di Dusun Ngawen, Godean.
Rombongan yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Sleman, Budi Santoso, ST., M.Eng., beserta jajarannya, diterima oleh para pengrajin dan perangkat setempat. Kunjungan ini bertujuan mendokumentasikan dan mempublikasikan potensi kearifan lokal yang masih kurang terekspos.
Blangkon Beji: Warisan Budaya yang Menanti Regenerasi
Di Balai Dusun Beji, Khoirudin (75), salah satu pengrajin senior, bercerita tentang kejayaan kerajinan Blangkon di masa lalu. Usahanya yang dirintis sejak 1980 ini merupakan warisan turun-temurun dari keluarganya.
“Dulu ada puluhan pengrajin yang cukup terkenal. Produknya dikirim ke berbagai daerah, bahkan kadang dipesan dari luar negeri,” kenang Khoirudin.
Blangkon buatannya sering dipesan oleh Keraton Yogyakarta untuk keperluan upacara, baik bagi abdi dalem maupun kerabat keraton. Tak hanya itu, sejumlah publik figur seperti Raffi Ahmad juga pernah memesan ratusan Blangkon untuk acara pernikahannya.
Namun, kondisi kini tak semeriah dulu. Sebelum pandemi, Khoirudin memiliki delapan karyawan; kini ia menjalankan usahanya sendirian. Dari sebelumnya mampu memproduksi puluhan Blangkon per hari, kini ia hanya bisa menyelesaikan dua buah. Kendala utama adalah kurangnya tenaga muda yang mau meneruskan usaha ini.
Komitmen Pemerintah untuk Membangkitkan Sentra Kerajinan
Kepala Dinas Kominfo Sleman, Budi Santoso, menyatakan bahwa kunjungan ini adalah langkah awal untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi para pengrajin.
“Kami membawa media agar bisa membantu publikasi. Kami juga mencatat kendala yang ada, mulai dari HAKI, pemasaran, kebutuhan showroom, hingga akses bahan baku yang lebih murah,” ujarnya.
Budi berjanji akan melaporkan temuan ini kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti oleh dinas terkait. “Kami berupaya bekerjasama dengan lembaga terkait agar sentra kerajinan Blangkon di Beji kembali bergeliat,” tambahnya.
Klinting Ngawen: Tradisi Besi yang Perlahan Memudar
Perjalanan dilanjutkan ke Dusun Ngawen, sentra kerajinan besi Klinting dan Gentho Sapi. Lurah Sidoarum, Istiarto Agus Sutaryo, mengungkapkan keprihatinannya atas menyusutnya jumlah pengrajin.
“Dulu di setiap rumah ada bengkel, dari 70 pengrajin kini tersisa 20, dan jumlahnya terus berkurang setiap tahunnya. Tidak ada generasi muda yang mau melanjutkan,” tuturnya.
Kendala utama adalah terbatasnya inovasi dan pemasaran. Meski Pemkab Sleman telah memberikan bantuan peralatan, mayoritas pengrajin tradisional kesulitan beradaptasi tanpa pendampingan yang berkelanjutan.
“Kami butuh pendampingan inovasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini,” pungkas Lurah Sidoarum.
Melalui Press Tour ini, diharapkan dapat membuka jalan bagi revitalisasi kedua sentra kerajinan tersebut, agar kearifan lokal Sleman tetap lestari dan bersaing di era modern.
Pewarta: Ome
