KAI Daop 7 Madiun Imbau Penumpang Bawa Tumbler dan Manfaatkan Layanan “Lost and Found”
MADIUN – sadap99.com
Menyusul viralnya insiden penumpang yang tertinggal tumbler di KRL Jabodetabek, PT KAI Daop 7 Madiun mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap barang bawaan saat menggunakan kereta api. Perusahaan menegaskan bahwa barang bawaan merupakan tanggung jawab penumpang sendiri.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, mengatakan bahwa pihaknya secara aktif mengingatkan penumpang melalui pengumuman dari petugas. “Kami senantiasa mengingatkan untuk memeriksa kembali barang bawaannya sebelum turun dari kereta. Namun, jika terjadi kehilangan, masyarakat dapat menghubungi petugas stasiun atau Contact Center KAI 121,” ujar Zainul pada Jumat (28/11/2025).
Zainul juga menambahkan imbauan untuk membawa tumbler atau botol minum sendiri. Langkah ini merupakan bagian dari edukasi untuk mengurangi sampah botol plastik sekali pakai, seiring dengan program keberlanjutan perusahaan. Untuk mendukung hal ini, KAI telah menyediakan dispenser atau water station di beberapa stasiun, seperti Stasiun Madiun, Jombang, Kediri, dan Blitar.
Prosedur Mengatasi Barang Tertinggal
KAI memiliki sistem Lost and Found untuk menangani barang tertinggal. Berikut tata caranya:
1. Lapor ke Petugas: Segera laporkan ke petugas pengawal kereta (Walka) atau konter Lost and Found. Penumpang akan diminta mengisi formulir kehilangan yang berisi identitas dan spesifikasi barang.
2. Proses Pencarian dan Pengambilan: Jika barang ditemukan, petugas akan menghubungi pemilik untuk pengambilan. Pemilik harus menunjukkan formulil kehilangan, mengisi formulir pengembalian, dan memeriksa barang sebelum diterima.
3. Barang Ditemukan Orang Lain: Barang yang ditemukan penumpang lain akan diserahkan ke konter Lost and Found, diberi label, dan dimasukkan ke dalam sistem untuk memudahkan pelacakan.
4. Barang Tidak Diambil: Barang disimpan dalam waktu tertentu. Barang makanan akan dimusnahkan dalam 1 hari. Untuk barang non-makanan yang tidak diambil dalam waktu sekitar satu bulan, akan disumbangkan atau dimusnahkan.
Dengan prosedur ini, KAI berharap dapat meminimalkan risiko kehilangan barang dan meningkatkan kenyamanan perjalanan penumpang.
(Edy)
