Seminar Kaukus Perempuan Parlemen Kabupaten Sleman 2025: Women Entrepreneur
Sleman – Sadap99.Com
Kaukus Perempuan Parlemen Kabupaten Sleman menyelenggarakan seminar bertajuk”Women Entrepreneur: Berbagi Kisah Inspiratif Perempuan sebagai Pengusaha”. Acara yang dihadiri sekitar 200 orang ini berlangsung di The Alana Hotel and Convention Center Yogyakarta, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, pada Minggu (23/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh:
· Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Y. Gustan Ganda, ST., yang hadir sekaligus membuka acara.
· Wakil Ketua TP PKK Sleman, Ray. Sri Hapsari Suprobo Dewi Danang Maharsa.
· Ketua Dharma Wanita Kabupaten Sleman, Maya Matiana Susmiarto.
· Ketua Persatuan Istri Anggota DPRD Sleman, Novi Putri Gustan Ganda.
· Sekretaris DPRD Sleman, Muhammad Aji Wibowo, M.Si.
Adapun narasumber yang hadir membagikan ilmunya adalah:
· Anistra Febriani, Owner Gudeg Yu Djum Pusat.
· Agus Juliant, Food Vlogger Jogja, yang membawakan materi strategi pemasaran digital.
· Acara dipandu oleh moderator, Dina Trinil.
Dalam sambutannya, Ketua Kaukus Perempuan Parlemen, Nila Rifianti, S.Pd., menyampaikan maksud dan tujuan diselenggarakannya acara ini, yaitu:
· Mendorong perempuan untuk mandiri dan berwirausaha, serta mampu mengembangkan bisnisnya.
· Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memulai dan mengembangkan bisnis.
· Menyediakan wadah untuk membangun jejaring dan kolaborasi antar perempuan wirausaha.
“Seminar ini sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Perempuan tidak hanya menjadi penggerak keluarga, tapi juga menjadi pilar penting dalam menggerakkan roda perekonomian. Di Kabupaten Sleman, kita melihat semakin banyak perempuan yang tampil sebagai pelaku usaha, inovator, dan pengambil keputusan. Kehadiran perempuan bukan hanya memperkuat ketahanan ekonomi, tetapi juga memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.
“Melalui Kaukus Perempuan Parlemen, kita mendorong lahirnya lebih banyak ruang bagi perempuan untuk belajar, berjejaring, serta mengambil peran strategis, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun politik. Karena kita percaya, pemberdayaan perempuan adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah,” tambah Nila.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Y. Gustan Ganda, ST., dalam wawancara dengan media menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya seminar ini.
“Alasan kegiatan ini dilakukan adalah untuk menjawab perkembangan zaman. Pertama, jumlah perempuan jauh lebih banyak dan ini adalah potensi. Apa yang bisa dilakukan dengan potensi yang banyak ini? Makanya kita minta Pemkab Sleman bersama DPRD Sleman menjawab ini melalui pemberdayaan, salah satunya agar mereka menjadi pionir pengusaha,” ujarnya.
Gustan Ganda juga menekankan pentingnya mempersiapkan diri menyambut bonus demografi. “Kita akan menghadapi bonus demografi, dengan jumlah penduduk yang cukup besar yang memunculkan beragam kebutuhan, seperti sandang dan pangan. Untuk itu, edukasi kepada masyarakat sangat krusial,” lanjutnya.
“Salah satu kelemahan kita adalah edukasi. Saat bertemu dengan masyarakat, kita harus memberikan edukasi. Saat ini kita sudah mulai melakukannya melalui dinas-dinas terkait untuk memberi penguatan, agar lahir generasi perempuan yang lebih baik dan siap menghadapi perkembangan, termasuk dalam keterlibatan politik,” jelas Gustan.
Ia juga menggarisbawahi potensi besar perempuan untuk menjadi entrepreneur. “Kita akan menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk memetakan potensi dan data, karena dalam memutuskan sesuatu kita butuh data yang akurat.”
“Media komunikasi saat ini memegang peranan penting. Pengaruhnya sangat signifikan. Perempuan-perempuan harus memahami dan memanfaatkan teknologi informasi untuk hal-hal positif, terutama dalam mendukung perkembangan usahanya,” pungkas Gustan Ganda.
(Ome)
