JATIMPENDIDIKANTrending News

Dari Limbah Jadi Rupiah: Kisah SMK di Magetan Ciptakan Cendol Dawet dari Bonggol Pisang

MAGETAN – sadap99.com

Di tengah gempuran minuman instan global, SMK Negeri Kartoharjo di Kabupaten Magetan justru melestarikan cita rasa tradisional dengan cara yang tak biasa. Mereka menghadirkan “C’Debong” (Cendol Dawet Bonggol Pisang), sebuah inovasi yang mengubah bonggol pisang limbah pertanian yang kerap diabaikan, menjadi minuman berkarakter yang punya nilai ekonomi.

Kecamatan Kartoharjo sebagai penghasil pisang yang melimpah menyisakan masalah limbah batang dan bonggol pisang. Berangkat dari situlah, guru dan siswa SMK Negeri Kartoharjo tergerak untuk berinovasi.

Kepala sekolah SMKN kartoharjo, Andrian Wisnu Bramantya, S.Pd.M.Pd. mengatakan Mereka memanfaatkan bonggol pisang yang kaya serat dan senyawa antioksidan, mengolahnya menjadi tepung sebagai bahan baku utama cendel.

“Kami melihat potensi besar yang terbuang. Bonggol pisang ini bisa menjadi alternatif pengganti tepung dan solusi pangan lokal,” jelasnya.

Proses produksi C’Debong dilakukan secara higienis. Bonggol pisang diiris tipis, dikeringkan, lalu dihaluskan menjadi tepung. Tepung ini kemudian diolah menjadi cendel yang disajikan dengan santan kelapa segar dan larutan gula, menciptakan sensasi rasa tradisional yang autentik.

Lebih dari sekadar produk minuman, C’Debong adalah wujud nyata ekonomi sirkular. Inovasi ini mengubah limbah menjadi sumber pendapatan baru, mendukung diversifikasi pangan, dan memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan yang dapat memberdayakan perekonomian masyarakat sekitar.

pewarta: suyatmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *