DIYSleman

Wabup Sleman: Petani dan Pemerintah Berkolaborasi Tingkatkan Produktivitas Jagung

Sleman – sadap99.com

Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Danang Maharsa, menghadiri dan memimpin langsung kegiatan panen raya jagung bersama Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Rejeki. Acara yang berlangsung di Padukuhan Banyu Urip, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, pada Rabu (12/11/2025) ini mengangkat pentingnya kolaborasi untuk peningkatan produktivitas komoditas jagung.

Dalam sambutannya, Danang menegaskan bahwa jagung merupakan komoditas pangan strategis yang memegang peran penting dalam ketahanan pangan. Ia mengungkapkan capaian positif sektor pertanian jagung di Sleman.

“Tahun 2024, luas panen jagung di Sleman mencapai 4.585 hektar dengan produksi lebih dari 33 ribu kuintal. Produktivitas tanaman jagung kita mencapai 73,66 kuintal per hektar,” ujarnya.

Danang berharap, budidaya jagung dan komoditas lainnya oleh Poktan Ngudi Rejeki dapat terus berkembang dengan menerapkan teknik yang lebih efektif dan efisien.

“Ke depan, saya harap budidaya jagung dan komoditas pertanian lainnya oleh Poktan Ngudi Rejeki semakin berkembang dengan teknik yang efektif dan efisien, sehingga keuntungan yang diperoleh dapat optimal,” jelas Danang.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini merupakan sarana kolaborasi yang tepat antara petani dan pemerintah untuk mendiskusikan berbagai permasalahan dan kebutuhan di lapangan.

“Melalui acara ini, terjalin dialog yang konstruktif antara pemerintah dan petani. Hal ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar dapat menunjang produktivitas,” tandasnya.

Dukungan Pemerintah dan Harapan Ke Depan

Di kesempatan yang sama, Perwakilan Poktan Ngudi Rejeki, Supriyono, melaporkan bahwa pada tahun 2025, kelompoknya menerima bantuan benih jagung pionir sebanyak 2 kuintal (200 kg) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan.

“Luas tanam di Banyu Urip ini adalah 15 hektar dengan estimasi produktivitas 11,14 ton jagung pipil kering,” tambah Supriyono.

Meski telah menunjukkan hasil yang baik, Supriyono mengakui bahwa masih ada ruang untuk peningkatan. Untuk itu, ia memohon bimbingan berkelanjutan dari berbagai tingkatan pemerintahan.

“Untuk peningkatan produktivitas lebih lanjut, kami mohon bimbingan dari Pemkab Sleman, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, dan Pemerintah Pusat,” jelasnya.

(Ome)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *