Bupati Sleman Hadiri Boyongan Ribuan Pedagang Pasar Godean
SLEMAN – sadap99.com
Ribuan pedagang dari Pasar Relokasi di Kalurahan Sidoluhur secara resmi boyongan atau berpindah ke Pasar Induk Godean pada Rabu (29/10/2025).
Peristiwa ini menandai dimulainya transaksi jual beli di Pasar Induk Godean yang akan beroperasi penuh mulai Kamis (30/10) besok. Acara boyongan diisi dengan prosesi kirab dan pengajian yang dihadiri Bupati Sleman, Harda Kiswaya, jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, serta para pedagang.
Bupati Harda mengungkapkan rasa syukurnya atas kembalinya para pedagang ke Pasar Induk Godean. Menurutnya, perpindahan yang dikemas dalam tema “Bedhol Projo Hanggayuh Rejo” ini bukan sekadar perpindahan fisik, tetapi juga momen untuk memperbarui semangat bersama. Harda menegaskan bahwa perpindahan ini sesuai dengan rencana yang telah disampaikan sebelumnya, di mana manajemen dan fasilitas pasar dipastikan telah siap.
“Seperti yang sudah disampaikan, kalau parkir siap, manajemen siap, maka (para pedagang) pindah. Dan sudah dibuktikan, ya sudah pindah,” tutur Bupati.
Meski pasar telah ditempati, Harda menyatakan bahwa pihaknya akan terus menyelesaikan fasilitas yang belum rampung. Dengan demikian, proses perdagangan di Pasar Induk Godean diharapkan dapat tetap berjalan lancar.
“Kalau ada kekurangan dalam hal bangunan dan fasilitas, nanti akan kita benahi sambil berjalan,” jelas Bupati Sleman.
Tak hanya sebagai pusat perdagangan, Harda berharap Pasar Induk Godean dapat menjadi magnet wisata belanja, khususnya bagi masyarakat dari kabupaten tetangga, seperti Kulonprogo bagian timur dan Bantul bagian utara.
“Saya yakin Pasar Godean ini akan menjadi pasar yang bagus untuk salah satu tujuan wisata belanja,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Boyongan, Kus Hadiyanto, menyampaikan bahwa momen ini merupakan wujud syukur atas selesainya penataan Pasar Induk Godean. Ia berharap, kehadiran pasar ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Sleman bagian Barat, serta menjadi pusat perdagangan hasil bumi dan pertanian.
“Pasar Induk Godean bukan sekadar tempat transaksi jual beli, namun juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat, wadah silaturahmi antar pedagang dan pembeli, serta ruang kebersamaan yang diharapkan membawa keberkahan dan kemakmuran bagi seluruh lapisan masyarakat,” sebut Kus Hadiyanto.
Ia pun berharap, dengan telah ditempatinya Pasar Induk Godean usai revitalisasi, para pedagang dapat semakin dimudahkan dalam mencari nafkah.
(Ome)
