JATIM

Kemarau Basah, Nasib Petani Tembakau Menjerit

Jember – Sadap99.com

Fenomena kemarau basah yang melanda sejumlah daerah sentra tembakau di Jawa Timur menjadi pukulan berat bagi para petani. Cuaca hujan yang tidak menentu berakibat pada kualitas tembakau yang jelek saat dipanen. Imbasnya, harga jual pun anjlok saat dikirim ke pabrik rokok.

Tidak hanya itu, timbangan tembakau juga menyusut. Kondisi ini menyebabkan petani merugi puluhan juta rupiah.

Salah satu petani di Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, H. Mariyatun, mengungkapkan keprihatinannya. Saat ditemui di rumahnya, ia mengatakan bahwa dirinya dan petani lain terpaksa memanen tembakaunya lebih awal.

Penyebabnya, sebagian tanaman terserang hama dan penyakit akibat tanah yang terlalu lembab oleh tingginya curah hujan.

“Daun tembakau menjadi tipis, warnanya menguning, dan berlubang. Padahal, tembakau seharusnya kering maksimal dan siap panen untuk mendapatkan berat yang ideal,” keluhnya.

Menurut Mariyatun, masalah ini terjadi sejak awal proses panen. “Dari mulai dipanen, dijemur, hingga dikeringkan dan dikemas dalam plastik besar untuk dibawa ke pabrik, beratnya menyusut sangat signifikan karena pengaruh hujan. Biasanya dari lahan ini kami bisa menghasilkan satu ton lebih tembakau kering, namun sekarang hanya dapat 6 sampai 7 kuintal,” ujarnya.

Tidak hanya di Jember, di wilayah Bondowoso pun puluhan hektar lahan tembakau dilaporkan gagal panen akibat kemarau basah.

Junaidi, seorang petani dari Dusun Bunkarang, Desa Pucang Anom, Kecamatan Tamanan, Bondowoso, membenarkan hal tersebut. Selain menanam di sawahnya sendiri, ia juga membeli tembakau dari saudaranya dengan harapan mendapat keuntungan yang besar. Namun, kenyataannya justru sebaliknya.

“Setelah dipanen, dikeringkan, dan dikemas, hasilnya malah rugi besar. Sangat berbeda dengan tahun lalu yang untung. Bulan ini banyak petani yang rugi dan menjerit karena hasil panen tidak seimbang dengan modal yang dikeluarkan,” ucap Junaidi.

Modal yang telah dikeluarkan pun tidak sedikit. Para petani berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap masalah ini, mulai dari membantu memberikan solusi teknis pertanian hingga mendesak pabrik rokok untuk menaikkan harga jual beli tembakau.

“Kami berharap pabrik rokok tidak sewenang-wenang dalam menentukan harga, terutama di tengah kesulitan ekonomi yang kami alami saat ini,” pungkasnya.

– Fredd –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *