JATIM

Jalan Penghubung Dua Desa Rusak Parah, Membahayakan Pengendara

Jember, Sadap.99.com
Jalan penghubung antara Desa Sumber Danti dan Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, mengalami kerusakan parah. Jalan aspal sepanjang dua kilometer di Dusun Krajan, Desa Sumber Danti, menuju Desa Sukosari ini banyak yang terkelupas, menyisakan kerikil, batu, dan pasir. Kondisi tersebut sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Kerusakan ini telah berlangsung lama dan menjadi keluhan warga. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan terjadi di banyak titik sepanjang jalan yang menjadi akses vital bagi warga kedua desa. Lubang-lubang berukuran besar hingga sedang menghiasi badan jalan.

Hilangnya lapisan aspal membuat permukaan jalan tidak rata, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama di musim hujan. Genangan air menutupi lubang-lubang tersebut, membuatnya sulit terlihat. Kondisi semakin berbahaya karena tidak adanya penerangan jalan.

Salah satu warga Desa Sumber Danti, Ahmad (54), mengungkapkan kepada media,
“Sudah lama jalan di Dusun Krajan ini rusak parah. Banyak aspal yang terkelupas, apalagi saat musim hujan, jalannya sangat licin karena hanya tersisa pasir, kerikil, bebatuan, dan tanah liat. Di sini banyak area persawahan, dan kami sebagai warga sangat khawatir, terutama karena anak-anak sekolah juga melintasi jalan ini. Jalan ini adalah akses sentral penghubung dua desa dan jalur poros menuju sejumlah desa lainnya,” ujarnya.

Kerusakan jalan tidak hanya menghambat kelancaran transportasi, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian dan perekonomian warga. Para pedagang yang biasa mengantar barang antar desa mengeluh karena kendaraan mereka sering mengalami kerusakan, seperti ban bocor, rantai kendor, bahkan pelek rusak akibat sering terkena lubang.

Bu Murti, seorang pedagang pasar yang sehari-hari berjualan di Pasar Kreyongan, Desa Sumber Danti, turut menyampaikan keluhannya.
“Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki jalan ini. Jangan hanya tambal sulam, karena tidak bertahan lama dan cepat rusak kembali. Kami butuh perbaikan permanen agar bisa beraktivitas dengan aman dan lancar,” tambah Bapak Yono, mewakili suara warga yang merasa terabaikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai jadwal perbaikan jalan tersebut. Warga sangat berharap agar keluhan mereka segera ditanggapi, mengingat pentingnya jalur ini sebagai urat nadi penghubung antara dua desa.

— Fredd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *