NASIONAL

Para Alumni Pesantren dan Santri se-Bondowoso Gelar Aksi Damai Desak Pencabutan Izin Siar Trans 7

Bondowoso, Sadap99.com

Ribuan alumni pondok pesantren dan santri memadati Lapangan Alun-Alun RBA Kironggo, Bondowoso, pada Kamis (16/10/2025). Aksi damai ini merupakan bentuk protes terhadap program tayangan “Xpose Uncensored” di stasiun televisi Trans 7 yang dinilai melecehkan santri dan mencemarkan nama baik KH Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Para peserta aksi yang datang dari berbagai pondok pesantren itu mengibarkan spanduk dan poster berisi tuntutan agar Trans 7 segera meminta maaf secara terbuka.

Tayangan tersebut dinilai tidak sesuai dengan etika jurnalistik dan merusak citra pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang dihormati.

Selain menuntut pencabutan izin siar, massa juga menyerukan boikot massal terhadap Trans 7. Sejumlah alumni pesantren menegaskan akan menempuh jalur hukum.

“Kami akan memproses kasus ini hingga tuntas dan terus mengawal masalah ini. Kami tidak akan tinggal diam ketika marwah pesantren dan nama kyai dilecehkan,” ujar salah satu koordinator aksi, M. Abdul Holik.

Aksi yang berlangsung damai itu mendapat pengawalan ketat dari aparat penegak hukum dan Satpol PP setempat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelumnya, pada 14 Oktober 2025, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Bondowoso juga telah mengecam tayangan tersebut dan meminta klarifikasi dari Trans 7.

Sementara itu, desakan serupa dilakukan para santri dari berbagai daerah lain, termasuk Malang, Surabaya, dan Jakarta, dengan mendatangi kantor pusat Trans 7.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Trans 7 yang diwakili Andi Chairil, Direktur Produksi, telah mengakui kesalahan atas kelalaiannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada KH Anwar Manshur selaku pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo beserta keluarganya, serta kepada publik.

Namun, permintaan maaf tersebut tidak meredakan tuntutan para santri yang tetap mendesak pencabutan izin siar sebagai konsekuensi dari tayangan yang dinilai kontroversial, sebagaimana ditegaskan koordinator aksi dan sejumlah tokoh santri serta ulama setempat.

Pewarta: Fredd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *