HOMEJATIM

Ormas Gaib Perjuangan Tolak Agenda Demo di Surabaya, Khawatir Jadi Tunggangan Politik

Jawa Timur, sadap99.id

Rencana aksi unjuk rasa di Kota Surabaya yang digulirkan untuk tanggal 3 September 2025 menuai beragam tanggapan dari masyarakat Jawa Timur. Rencana demo yang diinisiasi oleh seorang pengacara yang kerap disapa Cak Soleh itu disebut akan menyuarakan sejumlah tuntutan, antara lain mendesak KPK menetapkan tersangka dalam kasus korupsi dana hibah serta menyoroti masalah pengampunan pajak.

Merespon rencana tersebut, Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Gaib Perjuangan, Habib Yusuf SH, bersama sejumlah aktivis dan praktisi hukum menyatakan penolakan. Mereka menilai aksi tersebut sarat dengan muatan politik dan berpotensi mengintervensi independensi aparat penegak hukum.

“Kami menolak adanya aksi tersebut, karena kami tidak ingin aksi seperti ini menjadi tunggangan bagi beberapa pihak untuk agenda politik tertentu,” tegas Habib Yusuf pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Habib juga menyoroti salah satu poin tuntutan yang meminta KPK menetapkan Gubernur Jawa Timur sebagai tersangka. Menurutnya, hal tersebut dapat dilihat sebagai bentuk intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

“Seperti kita tahu, Jawa Timur saat ini sedang menangani kasus dana hibah yang sudah ditangani KPK. Tuntutan untuk menetapkan tersangka secara spesifik justru mengindikasikan adanya upaya intervensi,” jelasnya.

Pendapat senada disampaikan Pengamat Hukum Padang Saputra. Ia menegaskan bahwa proses hukum harus dibiarkan berjalan tanpa tekanan dari mana pun.

“Kasus sudah ditangani KPK, jangan ada intervensi. Biarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Jangan jadikan momen unjuk rasa ini sebagai ajang kepentingan golongan tertentu saja,” pungkas Padang.

Rencana aksi demo 3 September hingga kini masih terus menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, baik yang mendukung maupun yang menolak.

Pewarta: sP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *