Kreativitas Menggerakkan Ekonomi, UMKM Naik Kelas
Sleman – Sadap99.com
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman menggelar konferensi pers dengan menghadirkan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, bertajuk “Kreativitas Menggerakkan Ekonomi Sleman”. Kegiatan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa, 22 September 2026.
Acara dipandu oleh Sekretaris Kominfo Kabupaten Sleman, Ibu Aisyah Inayati Suryani, S.E., M.Si., dengan narasumber sebagai berikut:
· Kepala Bidang Usaha Mikro dan Koperasi, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah — Sri Wara Nusandari, S.E., M.M.
Materi: Strategi Penguatan UMKM Kreatif Lokal
· Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan — Aris Herbandang, S.IP., M.T., didampingi Heronimus Heru Bharanti, S.E.
Materi: Kolaborasi sebagai Upaya Revitalisasi Ekonomi Pasar Rakyat
Didampingi pula oleh Sri Kundari (Pengurus Paguyuban Pasar Godean).
· Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata — Irawati Palupi Dewi, S.E., M.Sc., M.T.
Materi: Rangkaian Sleman Creative Week (SCW), didampingi Suluh Pamuji, Ketua Panitia SCW.
Materi: Konsep dan Gagasan SCW
Pola Pembinaan UMKM
Saat dikonfirmasi media terkait strategi UMKM kreatif naik kelas, Sri Wara Nusandari menyampaikan bahwa jumlah UMKM di Kabupaten Sleman mencapai 111 ribu unit yang tersebar di seluruh kapanewon, terdiri dari 17 kelompok usaha. Kelompok usaha terbanyak adalah kuliner dan jasa.
Dinas Koperasi memfasilitasi UMKM melalui program pelatihan dan pendampingan yang meliputi keuangan, legalitas, dan digital marketing. Selain itu, terdapat permintaan yang bersifat khusus. Namun, untuk perorangan, pihaknya cukup memberikan akses konsultasi. Seluruh layanan program ini gratis dan tidak dipungut biaya.
“Ibarat Puskesmas, semua UMKM memiliki masalahnya sendiri. Jadi, bila ingin mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas, cukup mendaftar melalui tautan yang sudah kami siapkan dan hadir mengikuti kelas tersebut tanpa dipungut biaya,” ujarnya.
Strategi Penguatan UMKM Kreatif Lokal
Strategi penguatan UMKM kreatif lokal dilakukan melalui digitalisasi pemasaran dengan memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal, serta mendorong UMKM bergabung ke platform digital. Selain itu, pemanfaatan potensi lokal dilakukan dengan mengangkat kreativitas lokal menjadi produk bernilai tinggi. Kolaborasi Penta Helix juga dibangun melalui kerja sama antara pelaku UMKM, pemerintah, akademisi, komunitas, dan media.
Upaya UMKM Naik Kelas
Untuk membantu UMKM berkembang dan naik kelas, Dinas Koperasi bekerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki kelas-kelas wirausaha. Mahasiswa yang ingin mendampingi UMKM dipersilakan, namun tetap harus didampingi oleh kampusnya.
“Persoalan utama UMKM adalah pemasaran, maka perlu pendampingan. Mahasiswa yang ingin membantu sangat terbuka, karena mereka dapat memberikan pendampingan terutama dalam digital marketing untuk membuka akses pasar digital bagi UMKM,” jelasnya.
Kendala lainnya, ketika UMKM sudah masuk pasar digital dan pesanan mulai banyak, terkadang produksi tidak mampu melayani pesanan dalam jumlah besar.
Intervensi Pemerintah
Melihat situasi tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman melakukan intervensi bila terjadi kendala seperti permintaan banyak tetapi produksi sedikit, melalui pendampingan serta penguatan komitmen.
Program Kreatif yang Disiapkan
· Masdaku (Mahasiswa Mendampingi Pelaku Usaha)
· Sleman Mart
· PLUT KUMKM
· Temu Kemitraan
· Forkom UMKM
Harapan ke Depan
Sri Wara Nusandari menyarankan kepada pelaku UMKM untuk mendaftarkan jenis usahanya agar pemerintah memiliki data. Dengan demikian:
· Jika ada permasalahan, pemerintah dapat mengetahui dan membantu
· Ketika ada program fasilitasi UMKM, pelaku dapat dilibatkan
· Program peningkatan kapasitas usaha juga akan melibatkan pelaku UMKM
“Kami sarankan kepada pelaku UMKM untuk mendaftarkan jenis usahanya sehingga kami punya data,” pungkas Sri Wara Nusandari.
(Piter)
