HOMEJATIM

50 Perempuan dari Berbagai Daerah Konsolidasikan Gerakan Perdamaian di Lumajang

LUMAJANG – Sadap99.com

Sebanyak 50 perempuan dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, dalam Forum Perempuan Perdamaian 2026 pada 30 Maret–1 April 2026. Pertemuan ini menjadi ajang untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun perdamaian berbasis komunitas.

Forum ini diselenggarakan oleh The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia bersama Persatuan Sekolah Perempuan Perdamaian (PSPP) sebagai respons atas meningkatnya tantangan sosial, seperti intoleransi, kekerasan berbasis gender, konflik sumber daya alam, serta dampak krisis iklim. Kegiatan ini juga mendukung agenda Women, Peace and Security (WPS) yang menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian berkelanjutan.

Ketua Presidium PSPP, Pendeta Bertha Lasampa, memaparkan bahwa Sekolah Perempuan Perdamaian (SPP) saat ini telah terbentuk sebanyak 56 sekolah di 7 provinsi.

“Program ini mendorong keterlibatan perempuan dalam pencegahan kekerasan, yakni melalui dialog lintas iman, advokasi desa, hingga penguatan ekonomi dan pangan lokal. Dengan dukungan AMAN Indonesia, perempuan di akar rumput mendapatkan peluang untuk memperkuat kapasitas dan kepemimpinan, sehingga mendorong pemenuhan hak perempuan dan perubahan sosial, termasuk dalam ruang perdamaian dan keamanan. Kekuatan SPP juga terhubung dengan pembuat kebijakan pemerintah,” paparnya.

Country Representative AMAN Indonesia, Ruby Kholifah, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang penguatan jejaring perempuan lintas agama dan komunitas.

“Acara ini mempertemukan pengalaman lokal sekaligus memperkuat kepemimpinan perempuan dalam menjaga perdamaian di komunitas, termasuk mengawal kebijakan yang responsif gender,” tegasnya.

Forum ini merupakan refleksi dari Kongres PSPP yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 20–22 September 2023 di Poso sebagai bagian dari persiapan menuju Kongres PSPP 2028. Hampir dalam tiga tahun terakhir, berbagai inisiatif perempuan berkembang, mulai dari advokasi kebijakan desa, penguatan ekonomi kolektif, hingga pengelolaan lingkungan dan tata kelola. Meskipun demikian, keberlanjutan Sekolah Perempuan di sejumlah wilayah masih menjadi tantangan bersama.

Pemerintah Kabupaten Lumajang turut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum ini. Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si (Bunda Indah), melalui Kepala Dinas Sosial serta Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Indriana Khrisna Murti, menyampaikan bahwa kegiatan ini memperkuat peran perempuan dalam menjaga perdamaian dan keamanan sekaligus memperkuat jati diri bangsa yang berlandaskan keimanan dan kemanusiaan.

“Nilai tersebut tercermin dalam gerakan Sekolah Perempuan Perdamaian yang menjunjung keberagaman dan solidaritas. Pemerintah Kabupaten Lumajang mendukung dan membuka kolaborasi untuk pengembangan Sekolah Perempuan di daerah ini,” ujarnya.

Camat Senduro, Sarjito Wibowo, menambahkan, “Forum seperti ini sangat penting dan diharapkan dapat mendorong keterlibatan perempuan di tingkat desa, termasuk di Desa Ranupani, agar lebih aktif dalam pembangunan desa, seperti musyawarah desa, penguatan ekonomi keluarga, pengelolaan pangan, serta menjaga kehidupan sosial masyarakat.”

Selama kegiatan, peserta tidak hanya berdiskusi tetapi juga belajar langsung dari praktik ketahanan pangan lokal di Desa Ranupani, termasuk pertukaran benih, pengelolaan sumber daya berbasis kearifan lokal, serta membangun ekonomi kolektif.

Hadir pula sejumlah expert dalam forum ini, antara lain Nissa Wargadipura dari Pesantren Ekologi Ath Thariq (Garut), Dwi Pertiwi (CEO PT Kaleka Wana Nusantara), Masnu’ah (Sekjen Persatuan Perempuan Nelayan Indonesia/PPNI), Yudi Utomo (Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial/PERSEPSI, Jawa Tengah), serta Titin Handayani dari Federasi Serikat PEKKA Indonesia.

Selain diskusi, forum ini juga diisi dengan pameran produk UMKM perempuan, kelas kesehatan reproduksi remaja, serta layanan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Pewarta: bkt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *